Welcome Henricus Blog, please enjoy and keep posting! ;D

Kamis, 15 Maret 2012

Conditional Sentences (If Clause)


Conditional Sentence Type 1
→ It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.
Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.

Form

if + Simple Present, will-Future
Example: If I find her address, I will send her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don't use a comma.
Example: I will send her an invitation if I find her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Present und will-Future on how to form negative sentences.
Example: If I don’t see him this afternoon, I will phone him in the evening.

Use

Conditional Sentences Type I refer to the future. An action in the future will only happen if a certain condition is fulfilled by that time. We don't know for sure whether the condition actually will be fulfilled or not, but the conditions seems rather realistic – so we think it is likely to happen.
Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.
I want to send an invitation to a friend. I just have to find her address. I am quite sure, however, that I will find it.
Example: If John has the money, he will buy a Ferrari.
I know John very well and I know that he earns a lot of money and that he loves Ferraris. So I think it is very likely that sooner or later he will have the money to buy a Ferrari.


Conditional Sentence Type 2

→ It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an invitation.

Form

if + Simple Past, main clause with Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don't use a comma.
Example: I would send her an invitation if I found her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Past und Conditional I on how to form negative sentences.
Example: If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.

Were instead of Was

In IF Clauses Type II, we usually use ‚were‘ – even if the pronoun is I, he, she or it –.
Example: If I were you, I would not do this.
           

Use

Conditional Sentences Type II refer to situations in the present. An action could happen if the present situation were different. I don't really expect the situation to change, however. I just imagine „what would happen if …“
Example: If I found her address, I would send her an invitation.
I would like to send an invitation to a friend. I have looked everywhere for her address, but I cannot find it. So now I think it is rather unlikely that I will eventually find her address.
Example: If John had the money, he would buy a Ferrari.
I know John very well and I know that he doesn't have much money, but he loves Ferraris. He would like to own a Ferrari (in his dreams). But I think it is very unlikely that he will have the money to buy one in the near future.

Conditional Sentence Type 3

→ It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.
Form: if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)
Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.

Form

if + Past Perfect, main clause with Conditional II
Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don't use a comma.
Example: I would have sent her an invitation if I had found her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Past Perfect and Conditional II on how to form negative sentences.
Example: If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.

Use

Conditional Sentences Type III refer to situations in the past. An action could have happened in the past if a certain condition had been fulfilled. Things were different then, however. We just imagine, what would have happened if the situation had been fulfilled.
Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.
Sometime in the past, I wanted to send an invitation to a friend. I didn't find her address, however. So in the end I didn't send her an invitation.
Example: If John had had the money, he would have bought a Ferrari.
I knew John very well and I know that he never had much money, but he loved Ferraris. He would have loved to own a Ferrari, but he never had the money to buy one.

Bibliography :  http://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences
                       http://writingcenter.unc.edu/resources/handouts-demos/citation/conditionals-verb-tense-in-if-clauses


Minggu, 27 November 2011

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 bagian 2

Pola Ilustratif
Holden pertama mobil skala penuh pabrik, yang terletak di Nelayan Bend (Port Melbourne), dengan konstruksi dimulai pada tahun 1939 di pabrik baru di Pagewood, New South Wales. Holden bodyworks diproduksi di Elizabeth, Australia Selatan, dan mesin yang diproduksi di pabrik Bend Nelayan di Port Melbourne, Victoria. Secara historis, produksi atau pabrik perakitan dioperasikan di semua negara daratan Australia: Acacia Ridge, Queensland; Dandenong, Victoria; Mosman Park, Australia Barat; Pagewood, New South Wales dan Woodville, Australia Selatan. Hingga 1990, GM Holden anak perusahaan Selandia Baru Selandia Baru mengoperasikan sebuah pabrik yang berbasis di Trentham, dengan pabrik di Petone berjalan hingga 1984. Konsolidasi produksi mobil di Elizabeth selesai pada tahun 1988, tetapi beberapa operasi perakitan di Dandenong terus sampai 1996.



Pola Analistis
Rokok adalah komponen yang terdalamnya terdapat banyak racun dan unsur-unsur yang sangat membahayakan tubuh. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas. CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan gelisah, tangan gemetar (tremor), cita rasa / selera makan berkurang,  ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya, dan yang pasti bisa terkena serangan jantung yang berlebihan. Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida.  Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah. Salah satu saran yang diberikan kepada peerokok dan memilliki penyakit kronis adalah harus berhenti merokok, metode yang menggabungkan terapi psikologis dan farmakologis di klinik atau rahabilitasi itu dapat dijadikan acuan bagi pelayanan medis di seluruh Indonesia untuk membantu pasien lepas dari adiksi nikotin.



Pola Argumentasi
Topi Miring adalah minuman berbahaya yang mengandung etanol, apalagi bila minuman tersebut di campur atau di oplos dengan merk minuman lainnya. Minuman keras ini menyerang saraf manusia secara perlahan-lahan akibat zat adiktif yang menginginkan minum yang berlebihan.  Banyak orang sakit dan mati akibat minuman tersebut.

Definisi Reksadana


Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumeninvestasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”
Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
1.    Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi
2.   Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi; dan
3.   Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.
Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.
Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Sumber : Makalah bank dan lembaga keuangan  2

Aspek–aspek yang mempengaruhi dalam perwujudan suatu tujuan nasional :



Aspek Ideologi
Ideologi merupakan suatu kumpulan ide yang melalui proses berpikir yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Jadi ideologi  merupakan ide dari seluruh bangsa dan berfungsi sebagai pertahanan dalam menghadapi hambatan dan gangguan dari luar maupun dari dalam dan dalam skala kecil maupun besar dan secara langsung maupun tidak langsung.

Aspek Politik
Politik secara umum berasal dari kata politik yang mengandung makna kekuasaan atau politik yang berarti kebijaksanaan.
Di Indonesia, terdapat hubungan yang tercermin pada pemerintahan negara yang berfungsi sebagai penentu kebijaksanaan dan ingin mewujudkan aspirasi semi tuntutan masyarakat. Karena itu, kebijaksanaan pemerintahan negana tersebut harus serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat


ASPEK EKONOMI
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai pertahanan dalam menghadapi hambatan dan gangguan yang berasal dari internal maupun eksternal, dalam skala kecil atau besar dan secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia.


Aspek Sosial dan Budaya
Kebudayaan merupakan suatu sistem. Artinya, bagian-bagian dari kebudayaan itu saling berkaitan satu dengan lainnya. Perubahan satu unsur kebudayaan akan mempengaruhi unsur-unsur yang lainnya.


ASPEK PERTAHANAN NASIONAL
Pertahanan dan keamanan nasional dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari internal maupun dari eksternal yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi bangsa yang dilandasi kesadaran oleh  seluruh rakyat Indonesia yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan mencegah segala bentuk ancaman yang datang.



Sumber : Makalah Kewarganegaraan